Pertahanan · Arah perusahaan
Kepulauan iniharus jaga diri.
Dewata AI bakal masuk industri pertahanan, dengan rencana 40 tahun. Software dulu, lalu robotik, baru sistem senjata. Buat Indonesia, lewat jalur resmi Indonesia.
Arah 40 tahun. Belum ada produk, izin, atau kontrak.
- Status
- Arah, belum produk
- Pembeli
- Negara, lewat jalur resmi
- Kendali
- Manusia yang mutusin
- Dasar hukum
- UU 16/2012
Software dulu.Baru bajanya.
01 · Kenapa
Lautnya luas.Penjaganya sedikit.
Indonesia punya 17.380 pulau dan 6,4 juta km² perairan. Kapal dan pesawat patroli berawak gak bakal pernah cukup buat nutup semuanya.
Yang bisa nutup: sensor murah, data yang digabung jadi satu peta, dan mesin nirawak dalam jumlah banyak. Itu masalah software dulu, baru masalah besi. Software itu kerjaan kami tiap hari.
-
17.380
Pulau bernama dan berkoordinat
Badan Informasi Geospasial: Jumlah pulau Indonesia, 2024 -
6,4 jt km²
Luas perairan
KKP, Data Rujukan Nasional Kelautan: Kemenko Marves, Pushidrosal, dan BIG, 2018 -
108.000 km
Garis pantai
Mongabay Indonesia: Peluncuran data resmi wilayah kelautan, 2018
02 · Tahapannya
40 tahun.Tiap tahap ada syaratnya.
Realistisnya, perusahaan software dari Denpasar gak bisa langsung lompat ke rudal. Jadi mulai dari yang paling dekat, dan baru naik tahap kalau syaratnya kepenuhi.
- Jalan atau riset
- Rencana
- Arah
+Lihat angkanya
| Tahap | Status | Mulai paling cepat |
|---|---|---|
| 00 Modal dari usaha yang udah jalan | Jalan | 2026 |
| 01 Software pertahanan | Riset | 2026 |
| 02 Robotik dan sistem nirawak | Rencana | 2028–2029 |
| 03 Ikut punya perusahaan pertahanan | Rencana | 2029–2031 |
| 04 Sistem senjata berpemandu | Rencana | 2033–2036 |
| 05 Pabrik dan rantai pasok sendiri | Arah | 2036–2041 |
| 06 Dana ventura pertahanan | Arah | 2038–2044 |
| 07 Pemadu sistem lengkap | Arah | 2041–2046 |
| 08 Ekspor ke negara sahabat | Arah | 2046–2051 |
| 09 Satelit dan antariksa | Arah | 2051–2056 |
| 10 Teknologi generasi berikutnya | Arah | 2056–2061 |
| 11 Diserahin ke generasi berikutnya | Arah | 2061–2066 |
2026–2036 · Bangun fondasinya
- 00Jalan
2026 Paling cepat: Sekarang
Modal dari usaha yang udah jalan
Yang dibangun
- Dewata Tech dan Dagangku AI tetap jalan dan tumbuh
- Tim terlatih di AI, data, dan sistem yang gak boleh mati
Syarat mulai
Udah kepenuhi. Tahap berikutnya dibiayai dari sini, bukan dari utang.
- 01Riset
2026 Paling cepat: Sekarang
Software pertahanan
Yang dibangun
- Kesadaran situasi maritim: radar, AIS, dan citra satelit jadi satu peta
- Komando dan kendali: siapa lihat apa, siapa mutusin apa
- Simulasi dan latihan berbasis AI
Syarat mulai
Bisa dikerjain dari Denpasar hari ini. Buat lanjut ke tahap 02: satu uji coba nyata bareng pengguna pertahanan atau keamanan laut.
- 02Rencana
2028–2029 Paling cepat: 2–3 tahun lagi
Robotik dan sistem nirawak
Yang dibangun
- Drone pengintai buat patroli laut dan perbatasan
- Kapal permukaan nirawak
- Robot darat buat logistik dan penjinakan bahan peledak
- Sistem anti-drone buat objek vital
Syarat mulai
Persetujuan Kemhan buat masuk industri pertahanan, tim perangkat keras sendiri, dan tempat uji yang sah.
- 03Rencana
2029–2031 Paling cepat: 3–5 tahun lagi
Ikut punya perusahaan pertahanan
Bentuknya
- Saham perusahaan pertahanan yang tercatat di bursa, kayak Palantir. Pasif, tanpa kursi direksi
- Perusahaan privat kayak Anduril cuma kalau jalurnya kebuka. Sahamnya dibatasi, dan investor asing yang minta hak lebih dari pasif ditinjau CFIUS di AS
- Startup pertahanan Indonesia dan ASEAN, sebagai pemegang saham minoritas sekaligus mitra
- Semua investasi ikut batas yang sama kayak di halaman ini
Syarat mulai
Cadangan 12 bulan aman, produk inti gak kekurangan modal, dan pembagian surplus antara ini dan Bitcoin diumumin di halaman tesis sebelum mulai. Gak pakai utang.
Sebelum bisa bikin, kami bisa ikut punya, sambil belajar dari laporan mereka tiap kuartal. Tapi saham orang lain gak bakal gantiin produk sendiri.
- 04Rencana
2033–2036 Paling cepat: 7–10 tahun lagi
Sistem senjata berpemandu
Yang dibangun
- Roket dan rudal berpemandu
- Bom dan amunisi presisi
- Pertahanan udara jarak pendek
Syarat mulai
Persetujuan Menteri Pertahanan, mitra BUMN pertahanan, dan pengawasan Kemhan dari produksi sampai penjualan. Yang ini gak bakal kami kerjain sendirian.
Presisi itu juga soal etika. Makin tepat sasarannya, makin sedikit yang kena padahal gak seharusnya.
2036–2046 · Produksi sendiri
- 05Arah
2036–2041 Paling cepat: 10–15 tahun lagi
Pabrik dan rantai pasok sendiri
Yang dibangun
- Pabrik drone, robot, dan komponen sistem senjata di Indonesia
- Rantai pasok lokal buat elektronik, baterai, dan material
- Tenaga ahli yang dilatih sendiri, dari Bali dan daerah lain
Syarat mulai
Pesanan berulang dari tahap 02 atau 04 yang cukup buat bikin pabrik masuk akal, izin industri pertahanan, dan pengawasan Kemhan di lantai produksi.
- 06Arah
2038–2044 Paling cepat: 12–18 tahun lagi
Dana ventura pertahanan
Bentuknya
- Dana sendiri buat startup teknologi pertahanan Indonesia
- Modal awalnya dari hasil usaha dan investasi tahap 03
- Tiap startup yang didanai ikut batas yang sama
Syarat mulai
Tahap 03 udah jalan cukup lama dengan hasil yang bisa dicek. Kalau nanti ada modal pihak lain, strukturnya ngikut aturan OJK.
Anduril dan Palantir juga dulunya startup. Tahap ini soal nemuin versi Indonesianya lebih awal.
- 07Arah
2041–2046 Paling cepat: 15–20 tahun lagi
Pemadu sistem lengkap
Yang dibangun
- Satu jaringan komando buat darat, laut, dan udara
- Pertahanan udara berlapis buat kota dan objek vital
- Sistem dari tahap 02 dan 04 nyambung jadi satu
Syarat mulai
Ditetapkan pemerintah sebagai pemadu utama, sistem dari tahap 02 dan 04 udah kepake TNI, dan pabrik dari tahap 05 lolos pengawasan Kemhan.
2046–2056 · Keluar dari Indonesia
- 08Arah
2046–2051 Paling cepat: 20–25 tahun lagi
Ekspor ke negara sahabat
Yang dibangun
- Sistem yang udah terbukti di Indonesia, buat negara lain
- Pelatihan dan layanan purnajual di negara pembeli
Syarat mulai
Izin ekspor pemerintah Indonesia per kontrak, dan cuma ke negara yang disetujui pemerintah. Ke aktor non-negara, gak pernah.
- 09Arah
2051–2056 Paling cepat: 25–30 tahun lagi
Satelit dan antariksa
Yang dibangun
- Konstelasi satelit pengamat maritim sendiri
- Komunikasi militer yang gak bergantung ke negara lain
- Stasiun bumi di Indonesia
Syarat mulai
Kerja sama dengan lembaga antariksa nasional, plus izin frekuensi dan orbit lewat jalur resmi pemerintah.
2056–2066 · Generasi berikutnya
- 10Arah
2056–2061 Paling cepat: 30–35 tahun lagi
Teknologi generasi berikutnya
Yang dibangun
- Sensor, otonomi, dan sistem pemandu yang dirancang penuh di Indonesia
- Riset bareng kampus Indonesia, dengan paten yang didaftarin di sini
- Pertahanan buat ancaman yang hari ini belum ada namanya
Syarat mulai
Jujurnya, sejauh ini belum bisa direncanain. Yang bisa kami janjiin: batas di halaman ini tetap sama, secanggih apa pun teknologinya.
- 11Arah
2061–2066 Paling cepat: 35–40 tahun lagi
Diserahin ke generasi berikutnya
Yang dibangun
- Perusahaan dipimpin generasi berikutnya, idealnya anak Bali yang tumbuh di dalamnya
- Batas di halaman ini masuk ke anggaran dasar perusahaan
- Kepemilikan tetap di tangan Indonesia
Syarat mulai
Pemimpin berikutnya udah teruji di dalam perusahaan, dan batasnya udah dikunci di anggaran dasar sebelum kepemimpinan pindah tangan.
Waktunya perkiraan kami, bukan janji, dan makin jauh makin kasar. Tahap 05 ke atas itu arah, belum rencana. Kalau syaratnya belum kepenuhi, tahapnya mundur, bukan dipaksa.
03 · Batas
Yang gak bakalkami bikin.
Perusahaan senjata tanpa batas tertulis cuma nunggu dipakai orang yang salah. Ini batas kami, dan berlaku juga buat yang kami investasiin.
- Gak jual ke aktor non-negara, milisi, atau perorangan
- Gak ekspor tanpa izin pemerintah Indonesia
- Gak bikin ranjau darat antipersonel atau munisi tandan
- Gak bikin senjata kimia, biologi, atau nuklir
- Gak ada senjata yang milih dan nyerang sasaran tanpa keputusan manusia
- Gak dipakai buat ngawasin atau nindak warga sendiri
04 · Posisi hari ini
Yang udah ada,dan yang belum.
Tiap baris di sini baru diganti pas statusnya beneran berubah. Bukan sebelumnya.
| Hal | Status |
|---|---|
Usaha yang biayain Dewata Tech dan Dagangku AI | Jalan |
Kemampuan software AI dan data Kepake tiap hari di dua usaha kami | Ada |
Produk pertahanan Belum ada satu pun, termasuk prototipe | Belum |
Persetujuan Kemhan Belum diajukan, nunggu tahap 01 punya hasil | Belum |
Kontrak atau pelanggan Dari pemerintah atau swasta, belum ada | Belum |
Tim dan fasilitas perangkat keras Dibangun di tahap 02 | Belum |
Investasi di perusahaan pertahanan Belum ada satu saham pun, paling cepat di tahap 03 | Belum |
Mitra BUMN pertahanan Dicari di tahap 04 | Belum |
Catatan
- Halaman ini menjelaskan arah perusahaan, bukan penawaran produk, jasa, maupun efek.
- Kepemilikan industri alat utama pertahanan oleh badan usaha swasta memerlukan persetujuan Menteri Pertahanan dan tunduk pada sistem pengawasan Kementerian Pertahanan, sesuai UU 16/2012 tentang Industri Pertahanan sebagaimana diubah melalui UU Cipta Kerja.
- Indonesia adalah negara pihak Konvensi Ottawa tentang ranjau antipersonel. Larangan munisi tandan di halaman ini adalah pilihan perusahaan, bukan kewajiban hukum yang berlaku saat ini.
- Palantir dan Anduril disebut sebagai contoh. Kami tidak memiliki hubungan apa pun dengan keduanya, dan penyebutan ini bukan rekomendasi investasi.
Engineer, veteran, atau orang industri pertahanan?
Kami nyari orang yang mau bangun ini dari tahap 01, dengan batas yang sama kayak di halaman ini.