Manifesto
Apa yang kamipercaya.
Ini bukan nilai-nilai buat dipajang di dinding. Ini saringan yang kami pakai tiap kali mutusin bikin sesuatu atau nolak sesuatu.
- 01
Masalah dulu, teknologi belakangan.
Kami gak mulai dari model AI terbaru. Kami mulai dari kerjaan yang tiap bulan makan waktu dan uang orang. Kalau masalahnya gak mahal, secanggih apa pun teknologinya gak ada gunanya.
- 02
Kalau gak kelihatan di rupiah, itu bukan hasil.
Fitur yang keren tapi gak nambah pemasukan atau gak ngurangin jam kerja itu beban, bukan nilai. Kami buang.
- 03
Software harus bisa dipakai tanpa pelatihan.
Pemilik warung gak punya waktu buat kursus. Kalau produk kami butuh manual, berarti kami yang belum selesai kerja.
- 04
Kami punya, bukan sekadar bikin.
Agensi selesai pas invoice dibayar. Kami masih di sini lima tahun lagi, ngurusin server, pelanggan, dan bug yang muncul jam dua pagi. Itu bedanya.
- 05
Jujur lebih mahal daripada closing.
Kalau produk kami bukan jawabannya, kami bilang. Satu penjualan yang batal jauh lebih murah daripada satu pelanggan yang nyesel.
- 06
Kelas dunia bisa lahir dari Bali.
Kami gak perlu pindah ke Jakarta atau Singapura buat bikin software yang bagus. Timnya di sini, pelanggannya di sini, standarnya tetap global.
- 07
Kami nyari yang belum kelihatan orang.
Pasar yang rame itu tandanya jawabannya udah ketemu semua orang, dan sisanya cuma rebutan harga. Kami milih masalah yang dianggap kekecilan atau keribetan, karena di situ masih ada yang bisa dimenangin.
- 08
Menang total di pasar kecil dulu.
Warung dan usaha kecil di Bali dulu, sampai bener-bener kepakai tiap hari, baru melebar. Jadi pilihan nomor sepuluh di pasar gede itu cuma kalah pelan-pelan.
- 09
Yang numpuk tiap hari itu produknya.
Fitur bisa disalin dalam sebulan. Data yang lahir dari orang benerin pembukuannya sendiri tiap hari gak bisa dibeli dan gak bisa dikarang. Itu yang kami kejar, bukan jumlah fitur.
Kalau ini kedengeran masuk akal buat kamu, kita mungkin cocok kerja bareng.
Ngobrol 15 menitPT Dewata Artificial Intelligence