Lewati ke konten

Visi

Bali gak cumabuat melayani.

Pariwisata ngasih kerjaan. Teknologi ngasih kepemilikan. Kami mau anak Bali dapat dua-duanya.

Perusahaan bootstrap. Modal sendiri, keputusan sendiri.

00 · Angkanya

Sekitar sejuta orang.Itu ukuran taruhannya.

Bukan pasar. Ini jumlah anak muda Bali Hindu yang lagi milih mau jadi apa sepuluh tahun ke depan.

4,36 jt
Penduduk Bali
2024
86,5%
Beragama Hindu
2024
26,1%
Generasi Z
Sensus 2020
~980.000
Perkiraan Gen Z Bali Hindu
86,5% × 26,1%

Dikali gitu aja: penduduk Bali kali persentase Hindu kali persentase Gen Z. Dua hal yang perlu kamu tahu sebelum pakai angka ini: agama itu perkiraan kasar buat etnis, bukan hal yang sama, dan persentase generasinya dari Sensus 2020 sementara jumlah penduduknya 2024. Jadi ini besaran, bukan hitungan kepala.

Sumber

Kecil sekarang.Bukan berarti kecil terus.

01 · Posisi

Yang jalan, yang dibangun,yang berikutnya.

Ditulis apa adanya, biar gampang dicek setahun lagi.

Yang jalan

  • Dewata Tech: booking direct buat villa
  • Dagangku AI: pembukuan lewat chat

Yang lagi dibangun

  • Aktivasi Dagangku, biar yang daftar beneran nyatet
  • Kanal WhatsApp, biar nyatet gak usah buka aplikasi
  • Alat ukur model pakai koreksi pengguna sendiri

Yang berikutnya

  • Buku besar tersambung antar usaha
  • Coretax dan e-Faktur beneran, bukan ekspor CSV
  • Usaha ketiga di keselamatan publik

02 · Bootstrap

Modal sendiri,keputusan sendiri.

Kami gak lagi nyari investor. Pendanaan luar bikin jam kerja kami dimiliki orang lain, dan produk kami butuh sabar yang lebih panjang dari kesabaran uang cepat.

Pelanggan yang danai

Yang bayar produk kami itu yang nentuin arah, bukan yang punya kursi rapat.

Kecil itu cepat

Satu orang bisa mutusin, ngirim, dan benerin di hari yang sama.

Kalau ada yang mau masuk

Pintunya kebuka buat orang yang ngerti sabar. Tapi kami gak lagi nyari.

03 · Bali

Bikin teknologinya,bukan cuma pakai.

Ekonomi Bali nempel ke pariwisata. Pas turis berhenti datang, semua orang tahu rasanya. Teknologi itu kaki kedua yang gak ikut goyang pas kaki pertama goyang.

Anak Bali gak harus jadi penonton di industri ini. Bisa jadi yang bangun, yang punya, dan yang milih arahnya.

  1. 01

    Kerja di teknologi

    Bukan cuma ngelayani, tapi ngebangun.

  2. 02

    Naik jadi yang mimpin

    Yang mutusin produknya mau ke mana.

  3. 03

    Bikin perusahaan sendiri

    Punya produknya, bukan cuma ngerjain.

  4. 04

    Balik jadi yang danai

    Uangnya muter di Bali, bukan keluar.

Kami bukan siapa-siapa buat nyuruh. Kami cuma mau nunjukkin jalurnya ada, dari Denpasar, tanpa pindah ke Jakarta.

04 · Prospeknya

Kenapa pasarnyamasih kebuka.

Tiga alasan yang kami pakai, dan satu yang bikin kami hati-hati.

UMKM-nya kebanyakan belum pegang pembukuan

Indonesia punya puluhan juta usaha mikro. Sebagian besar catatannya masih di kepala.

Kepatuhan makin ketat

Pajak dan pelaporan makin digital. Usaha yang catatannya berantakan bakal kena duluan.

Harga model AI turun tiap tahun

Yang tahun lalu kemahalan buat warung, tahun ini jadi masuk akal.

Yang bikin kami hati-hati

Pasar gede bukan berarti gampang. Yang susah bukan nemuin usahanya, tapi bikin mereka nyatet tiap hari.

Anak Bali yang mau bangun?

Kirim aja. Gak harus punya gelar, yang penting pernah bikin sesuatu sampai jadi.

Ngobrol 15 menit