Visi
Bali gak cumabuat melayani.
Pariwisata ngasih kerjaan. Teknologi ngasih kepemilikan. Kami mau anak Bali dapat dua-duanya.
Perusahaan bootstrap. Modal sendiri, keputusan sendiri.
00 · Angkanya
Sekitar sejuta orang.Itu ukuran taruhannya.
Bukan pasar. Ini jumlah anak muda Bali Hindu yang lagi milih mau jadi apa sepuluh tahun ke depan.
Dikali gitu aja: penduduk Bali kali persentase Hindu kali persentase Gen Z. Dua hal yang perlu kamu tahu sebelum pakai angka ini: agama itu perkiraan kasar buat etnis, bukan hal yang sama, dan persentase generasinya dari Sensus 2020 sementara jumlah penduduknya 2024. Jadi ini besaran, bukan hitungan kepala.
Kecil sekarang.Bukan berarti kecil terus.
01 · Posisi
Yang jalan, yang dibangun,yang berikutnya.
Ditulis apa adanya, biar gampang dicek setahun lagi.
Yang jalan
- Dewata Tech: booking direct buat villa
- Dagangku AI: pembukuan lewat chat
Yang lagi dibangun
- Aktivasi Dagangku, biar yang daftar beneran nyatet
- Kanal WhatsApp, biar nyatet gak usah buka aplikasi
- Alat ukur model pakai koreksi pengguna sendiri
Yang berikutnya
- Buku besar tersambung antar usaha
- Coretax dan e-Faktur beneran, bukan ekspor CSV
- Usaha ketiga di keselamatan publik
02 · Bootstrap
Modal sendiri,keputusan sendiri.
Kami gak lagi nyari investor. Pendanaan luar bikin jam kerja kami dimiliki orang lain, dan produk kami butuh sabar yang lebih panjang dari kesabaran uang cepat.
Pelanggan yang danai
Yang bayar produk kami itu yang nentuin arah, bukan yang punya kursi rapat.
Kecil itu cepat
Satu orang bisa mutusin, ngirim, dan benerin di hari yang sama.
Kalau ada yang mau masuk
Pintunya kebuka buat orang yang ngerti sabar. Tapi kami gak lagi nyari.
03 · Bali
Bikin teknologinya,bukan cuma pakai.
Ekonomi Bali nempel ke pariwisata. Pas turis berhenti datang, semua orang tahu rasanya. Teknologi itu kaki kedua yang gak ikut goyang pas kaki pertama goyang.
Anak Bali gak harus jadi penonton di industri ini. Bisa jadi yang bangun, yang punya, dan yang milih arahnya.
- 01
Kerja di teknologi
Bukan cuma ngelayani, tapi ngebangun.
- 02
Naik jadi yang mimpin
Yang mutusin produknya mau ke mana.
- 03
Bikin perusahaan sendiri
Punya produknya, bukan cuma ngerjain.
- 04
Balik jadi yang danai
Uangnya muter di Bali, bukan keluar.
Kami bukan siapa-siapa buat nyuruh. Kami cuma mau nunjukkin jalurnya ada, dari Denpasar, tanpa pindah ke Jakarta.
04 · Prospeknya
Kenapa pasarnyamasih kebuka.
Tiga alasan yang kami pakai, dan satu yang bikin kami hati-hati.
UMKM-nya kebanyakan belum pegang pembukuan
Indonesia punya puluhan juta usaha mikro. Sebagian besar catatannya masih di kepala.
Kepatuhan makin ketat
Pajak dan pelaporan makin digital. Usaha yang catatannya berantakan bakal kena duluan.
Harga model AI turun tiap tahun
Yang tahun lalu kemahalan buat warung, tahun ini jadi masuk akal.
Yang bikin kami hati-hati
Pasar gede bukan berarti gampang. Yang susah bukan nemuin usahanya, tapi bikin mereka nyatet tiap hari.
Anak Bali yang mau bangun?
Kirim aja. Gak harus punya gelar, yang penting pernah bikin sesuatu sampai jadi.